Sabtu, 19 Februari 2011

KARYA INDAH SANG PENCIPTA



Sebuah canda yang penuh harapan bisa jadi sebuah doa.
Dan mungkin saja Allah mengabulkan itu karena Beliau amat tahu kemampuan hambaNya.
Dan terkait dengan doa dari hambaNya yang lain..
yang disertai kesabaran dan tawaqal padaNya.

Ketika cerita berawal dari sebuah alat test kehamilan yang menunjukkan strip dua yang berarti POSITIF,,

ketika itu juga aku & suami teringat pada saat jauh hari sebelunya pernah berucap dengan canda, bahwa jika suatu hari aku hamil InsyaAllah akan kuhadiahkan pada dia.. (adik sepupu dari suamiku, yang telah lama menanti kehadiran buah hati namun belum juga ada)..
Ketika ucapan itu terlontar dan pastinya Allah menyaksikan,,meski tak ada seorangpun yang lain mendengarnya,, kami sama sekali tak berpikir hal itu akan terjadi. Karena dilihat dari pengalaman sebelumnya amat sulit sekali bisa terjadi. Selain aku memakai alat kontrasepsi,, kandunganku juga tak begitu subur. itu sebabnya kami amat terkejut,,
dan aku merasa takut..

takut jika tak menepati janji,,
takut salah bertindak,,
dan macam pikiran lain yang sempat membuatku gelisah..


Lalu..

kami sempat melupakan semua seakan tak pernah berucap apapun sebelumnya. bahkan tak berusaha menghubungi siapapun atas berita bahagia ini.
mencoba untuk memikirkannya kembali..dan berdiskusi dengan hati masing-masing..


Namun..

Aku yakin ini adalah tangan Allah..

mencoba mengingatkan kami..

melalui perasaan gundah,, melalui mimpi,, dan juga kegelisahan setiap mengingatnya.

Akhirnya,, kami putuskan untuk memohon petunjuk Nya..
minta agar ada jawaban dari kegelisahan hati kami.

Tak mudah,, dan semakin sulit karena awalnya berlawanan dengan keinginan hati..


dan.. Subhanallah..

tiba-tiba hati ini merasa ingin bertemu dengannya..rindu padanya..
ingin berbagi bahagia dengannya,,

dan ingin mengungkapkan keputusan kami untuk memberikan hadiah ini pada mereka.
hingga akhirnya hal itu pun tersampaikan pada semua keluarga.


Bulan demi bulan terlewati dengan perasaan bahagia bercampur gelisah.

masih saja..
karena jujur.. ini bukan hal yang mudah,,
ini sungguh sulit bagiku..
bagi kami..


Lalu..
saatnya telah tiba,
memasuki ruang oprasi dimana semua orang(dokter&perawat) yang ada didalamnya mencoba untuk menghiburku yang terlihat amat tegang dikarenakan takut terjadi sesuatu..
hingga,,

"bu, baby nya cantik kaya ibunya.." tampak seorang perawat mendekatkan bayi mungil yang bersih dan lucu di dadaku yang masih berkeringat..

tak sadar air mataku menetes basahi pipi kecilnya yang kucium..

Di ruang perawatan aku mulai merasakan sakit yang bersamaan..
sakit di bagian luka oprasi yang mulai terasa karena pengaruh obat biusnya mulai hilang,,
dan juga perasaan sedih karena tak ada suami yang tengah bertugas jauh,,
serta sedih karena saat yang kami janjikan telah tiba..


Kesempatan untuk merawat, menimang, dan memberikan ASI terbaik selama beberapa hari itu amat aku nikmati..

perasaan itu semakin berat..
semakin tak mudah..

karena sungguh bukan permainan..
tapi ini semua adalah jalan dari Tuhan..

Allah yang telah mengatur semua dengan indah..
karena perasaan sedih itu kemudian terobati saat mendengar mereka yang sudah tak sabar untuk membawanya bersama mereka..
itu amat membuat hatiku lega,, karena itu menunjukkan betapa berartinya si kecil ini bagi mereka.

Dan..
saatnya telah tiba,,
mereka datang untuk menjemput sang buah hati.
aku tak mau bersedih dihadapan mereka,,
aku berusaha tegar,,

bahkan mempersiapkan seluruh kebutuhan baby selama dalam perjalanan telah aku lakukan.

kesedihan itu memuncak,,
saat aku serahkan si kecil dalam gendonganku kepada mereka..

aku tetap ingin tersenyum..
walau hati ini menangis tak ingin lepaskan pelukanku..

dan mereka pun pergi membawanya serta...


Kini..
aku tak merasa kehilangan dia..
karena separuh jiwaku ikut bersamanya..

ikut menjaganya,,
ikut menemaninya,,

melalui doa yang selalu kusampaikan padaNya..


Dan semakin kuyakin..

bahwa ini semua adalah skenario dari Allah..

tak pernah ada "Kebetulan"

dan tak akan ada alasan untuk sebuah kehendak dari Sang Pencipta..


hanya ada banyak hikmah yang kami dapat.
Pelajaran bagi kita,,
Bahwa hanya Allah yang Maha Ikhlas..

kita hanya berusaha yang terbaik..

Biidznillah.. Semua digerakkan oleh Allah..

Dan janji itu telah kami penuhi..

semoga cerita ini dapat menebar kebaikan bagi semua yang membacanya..
karena ini adalah Novel terbaik dalam hidup kami..

Alhamdulillah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar